Presiden Soekarno yang saya kenal
June 26, 2009
saya sempat baca buku yang sampai saat ini saya masih terngiang-ngiang di otak saya walaupun buku tersebut saya baca waktu saya masih SMP. Judul buku tersebut adalah “Sewindu Dekat Soekarno” oleh Bambang S Widjanarko, buku tersebut menceritakan pengalaman Bambang S Widjanarko sebagai ajudan Soekarno di 8 tahun terakhir masa pemerintahan Soekarno. yang saya suka dari buku ini adalah Bambang sangat objektif menilai soekarno berbeda dengan tulisan Cindy Adam dalam buku “Soekarno My friend” yang unsur subjektifnya sangat kental bahkan kontroversial. Dari buku tersebut saya dapat menilai kepribadian soekarno walaupun mungkin terlalu dangkal karena memang kepribadian seseorang itu sangat luas apalagi orang sebesar Soekarno. Berikut kepribadian Soekarno yang saya tangkap dari buku tersebut: 1. Rapi, penampilan itu penting Soekarno sangat memperhatikan penampilannya di depan publik, dari jenis pakaian, posisi dasi, warna, rambut dan lain. dan Soekarno juga menuntut orang-orang sekitarnya agar rapi. Bahkan menurut buku tersebut di Istana Merdeka disimpan kaca yang cukup besar sehingga para tamu sebelum masuk Istana dapat melihat penampilannya sendiri sebelum bertemu presiden. selain itu Soekarno secara rutin berlatih penampilannya di depan kaca di kamarnya, memperhatikan setiap detail penampilannya dan suaranya. dari sudut pandang saya: penampilan itu penting, kharisma seseorang tergambarkan langsung oleh penampilan, mungkin ada orang bilang jangan menilai orang dari penampilan akan tetapi sebelum mengenal lebih jauh orang akan menilai terlebih dahulu penampilan luarnya. baru beberapa hari lalu saya melihat tayangan tentang kharisma pemimpin dunia yang sangat erat berhubungan dengan penampilan sang pemimpin. Pelajaran yang dipetik: saya sering liat mahasiswa yang terlhat kumal, dekil, lalu orang dengan gampang menilai oh pasti aktivis mahasiswa karena saking seringnya demo. Bagi saya seharusnya yang terlihat yang namanya aktivis mahasiswa terlihat necis, memperlihatkan intelektualitasnya dll. coba cek buku sejarah anda, lihat mahasiswa indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan semuanya necis. 2. Mengedepankan logika berpikir Berbeda dengan anggapan orang banyak yang banyak menghubungkan Soekarno dengan tahayul dll. Soekarno benar-benar orang yang berpikir logis. Suatu ketika Soekarno didatangi orang yang mengaku “Sakti”, orang tersebut menawarkan keris yang dianggap bertuah dengan imbalan mobil. kebetulan saat itu Jakarta sedang mengalami musim kemarau yang mengakibatkan rumput di depan istana mengering. Soekarno kemudian meminta kepada orang itu jika benar keris itu sakti maka dimintakan agar didatangkan hujan sehingga rumput istana dapat kembali hijau, jika bisa dilakukan maka nanti diberi mobil. kemudian orang tersebut pergi dan tak pernah kembali. dan hujan yang ditunggu tidak juga datang. kasus kedua adalah ketika Soekarno ke taman istana bogor dan disitu ada patung tua beliau berkata kepada Bambang bahwa patung tersebut merupakan patung keramat yang bertuah yang dulunya banyak disembah2. Bambang balik bertanya apakah beliau mempercayainya, Soekarno menjawab patung itu mungkin bertuah jika semua orang meyakini benda itu bertuah, patung itu hanya batu biasa hanya karena orang banyak meyakininya lah maka bertuah. dari sudut pandang saya: Dari semenjak kecil saya sering diceritakan hal-hal magis dan tahayul ketika bercerita tentang soekarno dan dari buku tersebut maka saya mendapat pelaaran penting bagaimana Soekarno sendiri terlihat tidak antusias dengan dengan hal berbau mistik yang banyak menghinggapi bangsa indonesia saat itu. Pelajaran: parahnya saat ini hal-hal mistis sepertinya diberdayakan dalam masyarakat.. lihatlah tayangan sinetron pertelevisian, beragam SMS-SMS mistis yang lucunya cukup laris, yang mengakibatkan masyarakat berpikir sangat dangkal dalam melihat banyak permasalahan. 3. Hormatilah pemimpin Soekarno selalu meminta ajudannya untuk selalu menghormati pemimpin negara lain atau perwakilan negara lain dengan perkataan your honor, your excelencies, your majesty. bahkan Soekarno sendiri sering disebut dengan embel-embel Paduka yang Mulia. dari sudut pandang saya: Soekarno bukan orang yang gila hormat, tetapi beliau menyadari jika pemimpin itu mewakili orang yang dipimpinnya.. artinya jika kita menghormati pemimpin yang kita hormati adalah jutaan orang yang diwakilinya. Bush walaupun diakhir masa jabatannya tidak populer tetapi bangsa amerika tetap menghormati Bush, setiap Presiden Amerika memasuki ruangan berkumandang lagu kebangsaan amerika dan setiap orang berdiri dalam ruang. Pelajaran: saat ini semenjak reformasi, banyak orang mengartikan kebebasan mutlak tanpa tata krama. Walaupun pemimpin ataupun mantan pemimpin kita sangat benci atau tidak sesuai dengan keinginan kita.. kita harus tetap menghormati mereka karena mereka adalah perwakilan bangsa kita. tidak jarang malah orang mencemooh pemimpin mereka sendiri. kalo pemimpinnya sendiri dicemooh apalagi orang lain? yang lebih parah adalah acara televisi yang menertawakan pemimpin kita sendiri. 4.bangga terhadap bangsanya Soekarno pernah menegur para pejabat pemerintah pusat yang menggunakan pakaian daerah, bagi dia setiap orang yang berada di pemerintahnya harus mewakili pemerintahaan nasional. beliau juga sering menari lenso sebagai ganti tarian-tarian barat, bagi dia lenso juga mampu bersaing dengan tarian barat. bahkan di luar negeri pun Soekarno meminta ajudan dan pengawal presiden untuk bermain band untuk mengiringi beliau menari lenso. dari sudut pandang saya. Soekarno seringkali membuat proyek-proyek prestisius bertujuan untuk memperihatkan bahwa bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. tidak hanya bangunan besar tapi soekarno juga memperlihatkan bahwa kebudayaan Indonesia mampu mempengaruhi dunia. angkatan perang kita juga termasuk yang disegani dunia. tujuannya adalah memupuk rasa kebanggaan terhadap bangsa kita membangun jati diri bangsa. membuat kepercayaan diri bangsa yang sudah terlalu lama dijajah bahwa kita mampu berbuat yang terbaik. Pelajaran: sekarang ini rasa kebanggaan kita terhadap bangsa Indonesia sangat rendah, bagaimana kedaulatan kita dinodai, orang-orang kita dicemooh dan lain-lain. dan lebih parah lagi bangsa kita sendiri yang mengolok-ngolok bangsanya sendiri. sudah saatnya kita harus bangga dengan bangsa kita dan kita mampu. 5.Mencintai seni Soekarno adalah pecinta seni,koleksi lukisannya mencapai ribuan dan tersebar di istananya belum termasuk karya seni lainnya. Beliu juga menghargai seniman bahkan pada saat banyak seniman dipenjara beliau pernah berkata ” insinyur yang baik bisa dicetak ribuan dalam setahun tetapi kalau seniman yang baik bisa jadi hanya akan ada satu dalam seratus tahun” beliau juga sangat romantis dan tahu bagaimana memperlakukan wanita. pernah beliau menulis surat kepada Ibu Dewi Soekarno ketika akan bepergian ke luar negeri. beliau menutup surat tersebut kurang lebih seperti ini “here i give to you parfume, dollar and of course my love”. dari sudut pandang saya: Soekarno adalah pecinta seni, bagi beliau wanita sendiri adalah seni tersendiri. beliau memperlakukan wanita dengan hormat dan tidak jarang wanita sendiri tersentuh dengan romatisme beliau. Pelajaran: apakah kita menghargai seni? di luar negeri orang-orang terpelajar merasa bahagia jika mendapatkan tiket opera, galeri seni tidak pernah sepi, musik berkembang, seniman bisa hidup layak. seni adalah kreatifitas sesuatu yang sulit untuk dipelajari. bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai hasil karya seni yang dihasilkan bangsa tersebut sebagai bentuk kebudayaan bangsa tersebut. seni adalah salah satu bentuk kekayaan bangsa. Mengapa saya membuat artikel ini. tujuannya hanya satu Soekarno telah memberikan contoh bagaimana seorang gentleman, beliau menginginkan jati diri bangsa Indonesia dibentuk agar sejajar dengan bangsa lain di dunia. penduduk kita saat ini mencapai 220 juta, merupakan penduduk terbesar ke 4 dunia. tapi masih banyak bangsa lain memandang rendah bahkan tidak mengenal bangsa kita. berbeda dengan Cina, india, inggris dll. apanya yang kurang dari kita sehingga bangsa kita menjadi bangsa marjinal. bahkan jika ditanya kepada bangsa amerika mereka lebih mengenal bangsa Philipina dibandingkan dengan indonesia. kekayaan alam hebat, jumlah penduduk banyak, kepintaran bangsa kita diakui, kebudayaan setempat yang tak ada duanya. jadi saatnya mengenadahkan kepala kita dan berkata “Kami bangga menjadi bangsa yang besar yaitu bangsa Indonesia”. dengan pembangunan karakter bangsa maka kita dapat menjadi bangsa yang maju.